Mandi Karena Istihadhah

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Firas dari As Sya’bi dari Qamir -isteri Masruq-, dari Aisyah radliallahu ‘anha ia berkata:

“Seorang wanita yang mengalami istihadhah ia harus duduk diam (tidak mengerjakan shalat) kemudian ia mandi dengan sekali mandi dan berwudhu untuk setiap kali shalat”.

HR. Darimi

Mandi Janabat Rasulullah

Telah mengabarkan kepada kami Ja’far bin ‘Aun telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin ‘Urwah dari ayahnya dari Aisyah radliallahu ‘anha ia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memulai mandinya dengan mencuci kedua telapak tangannya sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian beliau memasukkan telapak tangannya di air kemudian beliau menyela-nyela pangkal rambutnya dengan air tersebut, setelah yakin mengenai kulit beliau mengambil air dan diguyurkan ke kepalanya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mandi”.

Abu Ahmad berkata: “Hadits ini lebih aku sukai dibandingkan hadits riwayat Salim bin Abu Al Ja’d”.

HR. Darimi

Bersuci Dengan Tiga Batu

Telah meneritakan kepda kami Sa’id bin manshur telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Abdur Rahman dari Abu Hazim dari muslim bin Qurth dari ‘Urwah dari Aisyah radliallahu ‘anha ia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Hendaklah ia membawa tiga tiga batu untuk bersuci dengannya, itu cukup “.

HR. Darimi

Keluarnya Wanita Untuk Sholat Ied

Telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Musa telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdush Shamad dari Hisyam dari Hafshah dari Ummu ‘Athiyyah ia berkata,

“Demi bapakku! Sungguh beliau memerintahkan kami agar pada Idul Fithri dan hari Raya Kurban mengeluarkan anak-anak wanita yang baru baligh serta para remaja puteri, adapun para wanita yang sedang haid maka mereka menjauhi shaf dan mereka menyaksikan kebaikan serta doa orang-orang Muslim.”

Ummu Athiyyah berkata, “Aku lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika salah seorang di antara mereka tidak memiliki Jilbab?” Beliau menjawab: “Hendaklah saudara perempuannya memakaikannya dari jilbab miliknya.”

– HR. Darimi