Ketika Neraka Menjadi Dingin Untuk Orang Yang Patuh Pada Allah

— Ketika Neraka Menjadi Dingin Untuk Orang Yang Patuh Pada Allah —

Nabiyullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Ada empat jenis orang di hari kiamat nanti: Seorang laki-laki tuli yang tidak mendengar apapun, seorang laki-laki bodoh, seorang laki-laki yang pikun, dan seorang laki-laki yang mati dalam masa-masa kevakuman (ajaran agama atau risalah kenabian tidak sempat menjumpai dirinya). Orang tuli tersebut menyampaikan alasannya, ‘Wahai Rabku, telah datang Islam hanya aku tidak mendengar apapun tentang hal itu’. Adapun orang yang bodoh beralasan, ‘Wahai Rabku, Islam telah datang, hanya anak-anak melempariku dengan kotoran unta’. Adapun yang pikun berkata, ‘Wahai Rabku, telah datang Islam hanya aku tidak bisa berfikir sama sekali’. Adapun orang yang mati dalam masa-masa kevakuman berkata, ‘Wahai Rabku, para utusan-Mu tidak mendatangiku dan mengambil janji orang-orang untuk taat kepadanya. Lantas Allah mengutus para malaikatnya untuk mengatakan ‘Masuklah kalian ke dalam neraka’. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kalaulah mereka memasuki api tersebut, api itu akan menjadi dingin dan menyelamatkan mereka”.

‘Barangsiapa memasuki api tersebut, api tersebut akan menjadi dingin dan menyelamatkan, dan barangsiapa tidak memasukinya, ia justru diseret untuk memasukinya.”

(HR. Ahmad)

IG : @islam_nasehat
Blog : http://www.islam-nasehat.tk

Hadits Ahmad No. 14202

“Jika seorang masuk rumahnya hendaklah dia mengucapkan salam, seorang mukmin makan dengan satu usus” (Jabir bin Abdullah radliyallahu’anhuma) berkata; Ya. Saya (Abu Az Zubair Radliyallahu’anhu) bertanya pada Jabir, Apakah kamu mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang masuk rumahnya lalu menyebut nama Allah ketika dia masuk dan ketika dia makan maka setan berkata; ‘tidak ada tempat bermalam untukku pada kalian, dan tidak ada makan malam di sini’. Jika dia masuk dan tidak menyebut nama Allah ketika masuknya maka setan berkata; ‘kalian telah meninggalkan tempat tinggal untukku, dan jika dia tidak menyebut nama Allah ketika makan maka setan berkata; ‘kalian telah meninggalkan tempat tinggal dan hidangan malam untukku’. (Jabir bin Abdullah radliyallahu’anhuma) berkata; Ya.

(HR. Ahmad: 14202)