Larangan Menagisi Mayit

Telah mengabarkan kepada kami Yunus bin ‘Abdul A’la dia berkata; telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah ibn Wahb dia berkata; Mu’awiyah bin Shalih berkata; dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari ‘Amrah dari ‘Aisyah dia berkata; “Tatkala datang berita kematian Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib dan Abdullah bin Rawahah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk dan terlihat sedih pada raut wajahnya, saat itu aku melihat dari celah pintu, kemudian seseorang mendatanginya, lalu berkata; para istri Ja’far menangis. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Pergi dan laranglah mereka.” Lalu ia pergi, kemudian ia datang kembali dan berkata; “Sungguh aku telah melarang, tapi mereka tidak mau berhenti?” Beliau bersabda: ‘Pergi dan laranglah mereka.’ Lalu ia pergi kemudian datang kembali dan berkata; Sungguh aku melarang, tapi mereka tidak mau berhenti? Beliau bersabda: ‘Pergi lalu tuangkan debu pada mulut-mulut mereka.’ Aisyah mengatakan; ‘Aku berkata, ‘Sungguh celaka, engkau -demi Allah-, tidaklah engkau meninggalkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal engkau tidak bisa melakukannya! ‘

HR. Nasa’i

Rasulullah Menangis Mendengar Orang Membaca Al-Quran

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Bacakanlah Al Qur`an padaku.” Aku pun berkata, “Aku membacakannya untuk Anda, padahal kepada Andalah ia diturunkan?” beliau bersabda: “Sesungguhnya aku suka mendengarnya dari orang lain.”

Akhirnya aku pun membacakan surat An-Nisa` dan ketika sampai pada ayat: “Dan bagaimanakah sekiranya Kami mendatangkan manusia dari seluruh umat dengan seorang saksi, lalu kami mendatangkanmu sebagai saksi atas mereka.” Maka beliau pun bersabda padaku: “Cukuplah.” Lalu aku pun melihat kedua mata beliau meneteskan air.

(HR. Bukhari)