Sholawat Rasulullah Yang Sahih

Abu Mas’ud al-Anshari dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi kami sedangkan kami berada dalam majlis Sa’d bin Ubadah, maka Basyir bin Sa’ad berkata kepadanya, ‘Allah memerintahkan kami untuk mengucapkan shalawat atasmu wahai Rasulullah, lalu bagaimana cara bershalawat atasmu? ‘ Perawi berkata, “Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diam hingga kami berangan-angan bahwa dia tidak menanyakannya kepada beliau. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Katakanlah, ‘ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHOLLAITA ‘ALAA AALI IBROOHIIMA WABAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA ‘ALAA AALI IBROOHIIMA FIL’AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIID.” Ya Allah, berilah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi shalawat atas keluarga Ibrahim, dan berilah berkah atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi berkah kepada keluarga Ibrahim di dunia. Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.’ Dan salam sebagaimana yang telah kamu ketahui.”

(HR. Muslim)

IG : @islam_nasehat
Blog : http://www.islam-nasehat.tk

Umrah

Telah mengabarkan kepada kami Zakaria bin Yahya berkata; telah menceritakan kepada kami Zaid bin Akhzam berkata; telah memberitakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam berkata; telah menceritakan kepada kami ayahku dari Qatadah berkata; telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Dinar dari Thawus dari Al Hajuri dari Abdullah bin Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Umra adalah boleh.”

HR. Nasa’i

Ijtihad Hakim Supaya Dapat Pahala

Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Manshur ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq ia berkata; telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Sufyan dari Yahya bin Sa’id dari Abu Bakr bin Muhammad bin Amru bin Hazm dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang hakim berijtihad kemudian benar maka ia mendapatkan dua pahala, namun jika salah maka ia mendapatkan satu pahala.”

HR. Nasa’i

Tidak Boleh Menikahi Saudara Sepersusuan

Telah mengabarkan kepada kami Hannad bin As Sari dari ‘Abdah dari Hisyam dari ayahnya dari Zainab binti Abu Salamah dari Ummu Habibah bahwa ia berkata; wahai Rasulullah; apakah engkau memperhatikan saudariku? Beliau bersabda: “Apa yang saya lakukan?” Ia berkata; nikahilah dia.

Beliau bersabda: “Apakah hal itu lebih engkau sukai?” Ia berkata; ya. Bukan hanya saya yang anda miliki, dan orang yang bersamaku dalam suatu kebaikan yang paling saya sukai adalah saudariku. Beliau bersabda: “Ia tidak halal bagiku.” Ia berkata; Telah sampai kepadaku bahwa anda meminang Durrah binti Ummu Salamah. Beliau bersabda: “Anak wanita Ummu Salamah?” Ia menjawab; Iya. Beliau bersabda: “Seandainya ia bukan anak isteriku, ia tetap tidaklah halal bagiku, karena ia adalah anak saudaraku sepersusuan. Maka janganlah kalian tawarkan kepadaku anak-anak dan saudara-saudara wanita kalian.”

HR. Nasa’i